Refo dan Fauna dan Segalanya
Lahir di Jakarta, 21 Mei 1998 dengan nama Refo Alpha Ramadhan. Kelahiran musisi sekaligus produser kebanggaan Tanah Air ini telah membawa keseimbangan antara kecerdasan dan kebijaksanaan untuk industri musik di Indonesia.
Akrab dipanggil Refo. Mengawali karir musiknya dalam sebuah project "iseng" dan terkesan "lucu-lucuan" bersama sahabat-sahabatnya, yang membawa nama Refo dan Fauna akhirnya terlahir dan membawanya menjadi musisi profesional.
Dari lagu yang menjelaskan bagaimana cara memasak nugget, menyebut nama-nama stasiun MRT, sampai sebuah tembang berjudul "Tolong Balas WhatsAppku". Terkesan lelucon, memang. Namun, di balik sebuah tawa pasti selalu ada hati yang lara. Baru-baru ini, Refo mengeluarkan sisinya yang lain. Eccedentesiast adalah kata yang tepat untuk menggambarkan rilisan baru dari Refo dan Fauna berjudul "Selamanya, Segalanya".
Progresi chord yang super melankolis, lirik yang naas namun tetap harus bersembunyi di balik sebuah tawa.
Ibarat seseorang ayah yang harus bekerja sebagai badut Dufan, harus menghibur hati para pengunjung namun di dalam sebuah kostum Donal Bebek, terdapat linangan air mata bercampur dengan keringat, teringat akan anak tapi terpaksa harus berdansa dan berjoget sesuai irama lagu istana boneka.
Melihat Refo dari kejauhan, menghisap rokok di sebuah bar kosong, menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Dalam hati ingin bertanya: "Apa yang sedang dia rasakan? Apakah harus sebegininya? Ini ya risiko tidak punya hak sinkronisasi antara hati dan pikiran?"
Apapun itu jawabannya, karya yang ia tuangkan dalam lagu "Selamanya, Segalanya" adalah karya yang jujur dan apa adanya. Lara, tapi tetap mencoba untuk bahagia.
Malam ini, biarkan Refo bersedih.
Besok, kita main lagi ya, Fo!
"Walau kita sudah tak bisa bersama, tapi buatku kau selamanya" — Refo dan Fauna
