← Warta Wijaya Balik Layar

Pengkaryaan dan Peranan Penting di Balik Kesuksesan Wijaya 80

Kembali ke tahun 2021. Saat Ardhito Pramono masih menjadi penyiar radio, Erikson Jayanto masih menjadi produser musik yang sudah bernuansa "Jejepangan" namun belum tergabung dalam sebuah entitas band yang konkret, ada satu nama yang mempunyai peranan penting dalam dunia musik Tanah Air.

Dia adalah Hezky Johannes Nainggolan atau yang akrab dipanggil Hezky Jo.

Di tengah situasi pandemi yang pada saat itu membuat para musisi dan seniman dalam kondisi tidak baik-baik saja, Hezky seringkali berkunjung ke rumah seorang teman yang juga seorang musisi, produser, juga seorang altruistic patronage bernama Taufan Wirzon. Berawal dari rasa kagum, Taufan Wirzon mengakui bahwa Hezky Jo adalah seorang pencipta lagu yang luar biasa. Dari bakat yang Hezky miliki dan kepawaian produksi yang dimiliki Taufan Wirzon, akhirnya mereka membuat grup duo dan merilis sebuah lagu ciptaan Hezky Jo yang diproduseri oleh Taufan Wirzon berjudul "Terjerat Rasa".

Saat itu Hezky sedang belajar dan berguru dengan musisi-musisi senior bernama Oele Pattiselanno, Cendi Luntungan, Jeffry Tahalele, dan Arief Setiadi. Juga sedang sering bergaul dan berpentas bersama nama-nama yang sudah tidak asing lagi di industri seperti Asti Asha dan Rick Karnadi, yang akhirnya mempengaruhi style musik Hezky Jo sampai sekarang.

"Entah kenapa ya, dengan berkat yang Tuhan kasih, teman-teman yang gue punya, gue seakan-akan itu dipersiapkan sama yang Maha Kuasa untuk bermain dan menciptakan lagu yang bernuansa 80's." — ujar Hezky.
"Lagu ini bercerita tentang dua orang yang saling mencintai dan ngerasa bahwa; it feels so right, tapi tidak dibenarkan.. Karena di tengah dua orang ini, ada orang lain juga yang lagi nunggu mereka di rumah. Ini sering banget kejadian kalo sama temen kantor, atau lagi kerja bareng, ada outing... eh, kepeleset." — ujar Hezky saat diwawancarai via telepon.

Dari "Terjerat Rasa" sampai "Terakhir Kali". Berawal dari sebuah rasa kagum, terbitlah ide, konsep, dan gagasan.

Semoga semakin banyak lagi altruistic patronage, antropolog dalam bidang musik atau kesenian untuk menjaga keberlangsungan ekosistem ini. Nama yang sudah tidak asing dalam bidang ini adalah Jose Dima Satria. Kepercayaan dan keyakinannya terhadap seniman Indonesia agar terus berkarya selalu memberikan semangat untuk para seniman Tanah Air.

Dengarkan "Terjerat Rasa" Sekarang